Tim Penanganan COVID-19 Malut Nyatakan Isolasi Diri Capai 222 Orang

Ternate – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku Utara (Malut) menyatakan jumlah isolasi diri sendiri mencapai 222 orang, atau mengalami peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya yang hanya 147 orang.

“Untuk isolasi diri sendiri bertambah 75 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) turun dari 14 orang menjadi lima orang,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut dr. Rosita Alkatiri di Ternate, Minggu.

Sebanyak 222 orang melakukan isolasi diri sendiri dan terbanyak di Kota Ternate berjumlah 119 orang dan Kabupaten Pulau Taliabu dan Kepulauan Sula yang tidak mengoleksi warga yang isolasi diri sendiri guna mengantisipasi mewabahnya  COVID-19 di Malut.

Dia menjelaskan, sebanyak 222 orang ini diisolasi diri sendiri karena mereka memiliki riwayat ke daerah transmisi lokal yang terjangkit COVID-19.

Selain itu, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) semula sebanyak tiga orang, kini telah dipulangkan satu pasien ke rumah setelah menjalani proses isolasi selama 14 hari dan melewati masa inkubasi, akan tetapi pasien ini terus dilakukan pengawasan secara intensif oleh petugas medis.

Karena itu, sampai saat ini, untuk pasien positif COVID-19 belum ditemukan, sedangkan hasil spesimen yang dikirim ke Litbangkes belum diterima, namun warga di Malut diminta tetap tenang dan tidak panik.

Dia mengemukakan, sesuai pedoman Kemenkes menyatakan mereka melakukan perjalanan ke luar daerah dan negara yang terjangkit COVID-19 serta memiliki riwayat dan gejala deman, batuk pilek, sesak napas.

Kendati demikian, kalaupun ada orang yang melakukan perjalanan tidak menunjukkan gejala-gejala, maka diminta untuk melakukan pemantauan diri sendiri dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah menyediakan brosur bagi ODP di rumah.

Rosita menambahkan, dari 10 kabupaten/kota di Malut, Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu hingga kini belum memiliki PDP, OPD maupun isolasi diri sendiri, sehingga diharapkan pengawasan secara intensif dari pemda setempat, guna menghindari adanya pasien PDP COVID-19 di daerahnya masing-masing. (Ant)